Kamis, 21 Juni 2012

tugas mahasiswa unanda


LAPORAN PENDAHULUAN
ASKEP APENDIXITIS
D
I
S
U
S
U
N
OLEN :
          NAMAN     :         IPUTUSUMARIANTO









APENDIXITIS
A.    Depenisi
Apendiksitis adalah inflamasi apendiks, suatu bagian seperti kantung yang non-fungsional terletak dibagian interior sekum ( Ester Monica , 2002 : 63).
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan.
Klasifikasi apendisitis terbagi atas 2 yakni :
1.        Apendisitis akut, dibagi atas: Apendisitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendisitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah.
2.        Apendisitis kronis, dibagi atas: Apendisitis kronis fokalis atau parsial, setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Apendisitis kronis obliteritiva yaitu appendiks miring, biasanya ditemukan pada usia tua

B.     Anatomi fisiologi
Ada 4 proses pencernaan dalam proses pencernaan makanan yaitu proses pengunyahan, proses penelanan, proses pencairan dan pencernaan dan proses penyerapan (Sujonohadi, 1999 : 1).
1.         Appendix
Organ saluran cerna membuat suatu lumen kontinue yang berawal dari mulut dan berakhir di anus.
Saluran pencernaan makanan menurut Irianto (2004 :168) terdiri dari :
1. Rongga mulut
Rongga mulut adalah rongga lonjong pada permukaan saluran pencernaan terdiri dari :
Ø  Pipi dan bibirMengandung obat-obat yang diperlukan dalam proses mengunyah dan bicara.
Ø  Lidah
Lidah berfungsi sebagai alat membantu bersuara, untuk menelan makanan dan melumatkan bahan makanan dalam rongga mulut.
2. Gigi untuk mengunyah makanan
3. Tekak atau laring
4. Kerongkongan
     Kerongkongan (esofagus) adalah sebuah tabung berotot yang panjangnya 21 cm dan garis tengah 2 cm, terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung, berfungsi menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung.
5. Lambung atau perut besar (kantong nasi)
bagian dari saluran pencernaan yang dapat mekar, terletak di dalam rongga perut agak sebelah kiri atau bawah diafragma.
Lambung terdiri atas empat lapisan :
1.             Selubung serosa yang terletak di luar dibentuk oleh peritoneum yang menutupi permukaan lambung dan melipat pada kurvatora minor sebagai omentum minusdan mafus.
2.             Lapisan otot pada dinding lambung terdiri dari otot polos. Lapisan luar terdiri dari lapisan longitudinal dan dibawahnya ini ada lapisan tebal terdiri atas serabutkonginetal.
3.             Sub mukosa ini menghubungkan antara lapisan otot dan lapisan mukosa lambung. Lapisan ini mengandung pleksus-pleksus syaraf pembuluh darah daninfark.
4.             Mukosa lambung tersusun dalam lipatan-lipatan longitudinal yang dinamakanrugae yang memungkinkan meregang.



Fungsi lambung ada 2 yaitu :
-                Fungsi motoris lambung yaitu menyimpan makanan atau memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan fungsi pengosongan lambung
-                Fungsi sekresi dan pencernaan

2.             Sistem Pencernaan Pada Usus Halus Menurut dr Kartono (1999 : 188).
Usus halus adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak diantara lambung dan usus besar. Panjangnya 230 cm dan diameternya 2,5 - 2,75 cm bila sedang relieks total.
Ø  Duodenum (usus 12 jari )
Duodenum adalah tube yang berbentuk C, dengan panjang kira-kira 25 cm, pada bagian belakang abdomen, melengkung melingkari pancreas. Duodenum digambarkan ke dalam 4 bagian, yaitu :
ü  Mensekresi cairan usus
ü  Menerima cairan empedu
ü  Mencerna makanan
ü  Mengabsorbsi air, garam dan vitamin
ü  Menggerakkan kandungan usus sepanjang usus oleh kontraksi segmental pendek dan gelombang cepat yang menggerakkan kandungan usus sepanjang usus menjadi lebih cepat.

3. Usus besar atau kolon
Panjang kira-kira satu setengah meter panjangnya, Kolon mulai sebagai kantong yang mekar dan padanya terdapat apendix vermiformis atau umbai cacing. Apendix juga terdiri atas keempat lapisan dinding yang sama seperti usus lainnya, hanya lapiasan submukosanya berisi sejumlah besar jaringan limfe, yang dianggap mempunyai fungsi serupa dengan tonsil.
Sebagian terletak di bawah sekum dan sebagian di belakang sekum atau disebut retrosekum. Dalam apendistis apendix meradang, yang umumnya menghendaki operasi apendiktomi. Adapun letak dari apendiktomi yaitu terletak di antara kolon asendens dan kolon desendens, yang tepatnya terletak di kanan bawah kolon asendens.
Sekum terletak di daerah iliaka kanan dan menempel pada otot iliopsoas. Dari sini kolon naik melalui daerah sebelah kanan lumbal dan disebut kolon asendens. Di bawah hati berbelok pada tempat yang disebut flexura hepatika, lalu berjalan melalui tepi daerah epigastrik dan umbilikal sebagai kolon transversus.
Di bawah limpa ia membelok sebagai flexura sinistra atau flexura lienalis dan kemudian berjalan melalui daerah kanan lumbal sebagai kolon desendens. Di daerah kanan iliaka terdapat belokan yang disebut flexura sigmoid dan di bentuk kolon sigmoideus atau kolon pelvis dan kemudian masuk pelvis besar dan menjadi rektum.

C.     Etiologi
Terjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor pencetus terjadinya penyakit ini.
ü  Obstruksi lumen oleh feses
ü  Fekalit dalam lumen appendik
ü   Tumor
ü   Cacing
ü   Virus atau bakteri

D.    Patofisiologi/Pathway/Pohon Masalah
Bila apendiks tersumbat, tekanan intraluminal meningkat, menimbulkan penurunan drainase vena, trombosis, edema, dan invasi bakteri dinding usus. Bila obstruksi berlanjut, apendiks menjadi semakin hiperemik, hangat dan tertutup eksudat yang seterusnya menjadi gangren dan perforasi. (Ester Monika, 2002 : 63).
Penyumbatan lumen oleh benda yang asing akan mengakibatkan membengkaknya jaringan limfoid. Sekresi akan terus menerus, akibatnya appendiks menjadi teregang menyebabkan hipoksia kemudian diserasi dan terjadi mutasi serta multiplikan pada dinding appendiks sehingga mengakibatkan kematian jaringan,gangren perforasi.
E.     Manifestasi Klinik
Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari : Mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah. Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam. Demam bisa mencapai 37,8-38,8° Celsius.
Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa
F.      Potensial Komplikasi
ü  Peritonitis.
ü  Dehidrasi.
ü  Obstruksi usus.
ü  Abses appendiks.
ü   Plebitis (tromboplebitis septik vena porta yang akan mengakibatkan demam, panas tinggi dan ikterus).
G.    pemeriksaan diagnotik
-            Jumlah leukosit yang lebih besar dari 16.000 /ul atau jumlah leukosit lebih tinggi dari 1000 /mm3
-            LED meningkat
-            Pemeriksaan urin rutinn
-            Jumlah netrofil lebih tinggi dari 75 %.
-             Radiografi abdomen, / foto abdomen
Kadang ditemukan adanya sedikit “ fluid fever”  adanya fakalit.
-            Barium enema
Apendiks berisim barium hanya sebagianh.



H.    Asuhan keperawatan
A.  Pemeriksaan Fisik.
ü  Sistem Pernafasan
Adanya takipneu dan pernafasan dangkal akibat adanya rasa nyeri.
ü  Sistem Kardiovaskular.
Adanya takikardi juga akibat perasaan nyeri.
ü  Sistem Percernaan
-                Pada inspeksi terlihat perilaku klien berhati-hati dan atau tidur terlentang dengan lutut ditekuk
-                Penurunan atau tidak adanya bising usus.
-                Nyeri atau perasan tidak enak pada daerah epigastrium atau nyeri umbilikal diikuti dengan anorexia, nausea dan atau tanpa vomitus. Gejala ini berlangsung 1-2 hari selanjutnya nyeri tersebut bergeser ke daerah kuadran kanan bawah.
-                Pada palpasi di daerah kuadran kanan bawah terasa ada yg membengkak dan klien merasa nyeri, nyeri tekan dan nyeri lepas (+), disertai spasme otot (detense musculer  (+)), adanya perasaan ingin defekasi atau flatus yang sering.

ü  Sistem Persarafan
Ditemukan adanya rasa nyeri, nyeri tekan dan lepas pada abdomen kuadran kanan bawah.
ü  Sistem Endokrin
Tidak ditemukan adanya pembesaran kelenjar thyroid
ü  Sistem Genitourinaria
ü    Pada preoperasi       :  Tidak ditemukan adanya kelainan
ü    Pada post operasi    :  Sering ditemukan adanya inkontinensia urine akibat pengaruh anastesi.
ü  Sistem muskuloskeletal
Ditemukan adanya kekakuan otot  pada daerah abdomen dan pada daerah ekstermitas terjadi kelemahan otot karena kurangnya suplai nutrisi akibat proses infeksi yang terjadi pada daerah usus.
ü Sistem Integumen
Suhu tubuh meningkat karena adanya proses infeksi.
ü  Sistem penglihatan, pendengaran dan wicara
Tidak ditemukan adanya kelainan pada kasus appendiktomie.

B.     Diagnosa keperawatan
1.         Resiko berkurangnya volume cairan berhubungan dengan adanya mual dan muntah.
HYD :      - klien tidak diare
-nafsu makan baik
-tidak mual dan muntah
intervensi
-       Monitor tanda-tanda vital.
R/ Merupakan indicator secara dini tentang hypovolemia.
-       Monitor intake dan out put dan konsentrasi urine.
R/ Menurunnya out put dan konsentrasi urine akan meningkatkan kepekaan/endapan sebagai salah satu kesan adanya dehidrasi dan membutuhkan peningkatan cairan.
-       Beri cairan sedikit demi sedikit tapi sering.
R/ Untuk meminimalkan hilangnya cairan.

2.      Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh,
HYD :   Tidak ada tanda-tanda infeksi post operatif (tidak lagi panas, kemerahan).
Intervensi
-       Bersihkan lapangan operasi dari beberapa organisme yang mungkin ada melalui prinsip-prinsip pencukuran.
R/ Pengukuran dengan arah yang berlawanan tumbuhnya rambut akan mencapai ke dasar rambut, sehingga benar-benar bersih dapat terhindar dari pertumbuhan mikro organisme.
-       Beri obat pencahar sehari sebelum operasi dan dengan melakukan klisma.
R/ Obat pencahar dapat merangsang peristaltic usus sehingga bab dapat lancar. Sedangkan klisma dapat merangsang peristaltic yang lebih tinggi, sehingga dapat mengakibatkan ruptura apendiks.
-       Anjurkan klien mandi dengan sempurna.
R/ Kulit yang bersih mempunyai arti yang besar terhadap timbulnya mikro organisme.
-       HE tentang pentingnya kebersihan diri klien.
R/ Dengan pemahaman klien, klien dapat bekerja sama dalam pelaksaan tindakan.

3.      Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi jaringan intestinal.
HYD :  - nyeri berkurang
Intervensi
-       Kaji tingkat nyeri, lokasi dan karasteristik nyeri.
R/ Untuk mengetahui sejauh mana tingkat nyeri dan merupakan indiaktor secara dini untuk dapat memberikan tindakan selanjutnya.
-       Anjurkan pernapasan dalam.
R/ Pernapasan yang dalam dapat menghirup O2 secara adekuat sehingga otot-otot menjadi relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.
-       Lakukan gate control.
R/ Dengan gate control saraf yang berdiameter besar merangsang saraf yang berdiameter kecil sehingga rangsangan nyeri tidak diteruskan ke hypothalamus.
-       Beri analgetik.
R/ Sebagai profilaksis untuk dapat menghilangkan rasa nyeri (apabila sudah mengetahui gejala pasti).
4.      Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya berhubungan dengan informasi kurang.
HYD : - Klien akan memahami manfaat perawatan post operatif dan pengobatannya.

Intervensi
-            Jelaskan pada klien tentang latihan-latihan yang akan digunakan setelah operasi.
R/ Klien dapat memahami dan dapat merencanakan serta dapat melaksanakan setelah operasi, sehingga dapat mengembalikan fungsi-fungsi optimal alat-alat tubuh.
-            Beri informasi tentang proses penyakit
R/ agar klien dapat memahami dan mengerti tentang proses penyakitnya
-            Menganjurkan aktivitas yang progresif dan sabar menghadapi periode istirahat setelah operasi.
R/ Mencegah luka baring dan dapat mempercepat penyembuhan.
-            Disukusikan kebersihan insisi yang meliputi pergantian verband, pembatasan mandi, dan penyembuhan latihan.
R/ Mengerti dan mau bekerja sama melalui teraupeutik dapat mempercepat proses penyembuhan.

5.      Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun.
HYD : - nutrisi terpadu
             -porsi makan di habiskan dan tidak muntah
Intervensi
-                 Kaji sejauh mana ketidakadekuatan nutrisi klien
R/ menganalisa penyebab melaksanakan intervensi.
-                 Perkirakan / hitung pemasukan kalori, jaga komentar tentang nafsu makan sampai minimal
R/ Mengidentifikasi kekurangan / kebutuhan nutrisi berfokus pada masalah membuat suasana negatif dan mempengaruhi masukan.
-                 Timbang berat badan sesuai indikasi
R/ Mengawasi keefektifan secara diet.
-                 Beri makan sedikit tapi sering
R/ Tidak memberi rasa bosan dan pemasukan nutrisi dapat ditingkatkan.
-                 Anjurkan kebersihan oral sebelum makan
R/ Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan
-                 Tawarkan minum saat makan bila toleran.
R/ Dapat mengurangi mual dan menghilangkan gas.
6.      Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan yang dirasakan.
HYD :-klien mampu merawat diri sendiri
Intervensi
-                 Mandikan pasien setiap hari sampai klien mampu melaksanakan sendiri serta cuci rambut dan potong kuku klien.
R/ Agar badan menjadi segar, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kesehatan.
-                 Ganti pakaian yang kotor dengan yang bersih.
R/ Untuk melindungi klien dari kuman dan meningkatkan rasa nyaman
-                 Berikan HE pada klien dan keluarganya tentang pentingnya kebersihan diri.
R/ Agar klien dan keluarga dapat termotivasi untuk menjaga personal hygiene.
-                 Berikan pujian pada klien tentang kebersihannya.
R/ Agar klien merasa tersanjung dan lebih kooperatif dalam kebersihan
-                 Bimbing keluarga / istri klien memandikan
R/ Agar keterampilan dapat diterapkan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar